Traveling

Wat Preah Prom Rath: Candi Kecil yang Penuh dengan Keindahan.

on
21 January 2019

Cerita tentang perjalanan gua di Kamboja masih banyak yang belum ditulis, jadi di tulisan kali ini gua akan bahas salah satu tempat keren yang pernah gua kunjungin ketika traveling ke Kamboja. Pagi itu 26 Juli 2018, pukul 6:30 waktu Indochina, hari terakhir gua dan travelmates gua di kota Siem Reap, cuacanya sedikit dingin. Mungkin karena malamnya turun hujan yang membuat cuaca pagi itu enak untuk narik selimut lagi.

Tapi kami gak mau sia-siain kesempatan di hari terakhir itu menikmati sarapan yang telah disediakan oleh Siem Reap Int’l Hostel, hostel di mana kami stay selama di kota Siem Reap. Dengan telur mata sapi dan roti —udah kayak Bule aje— kami santap dengan lahap. Mereka sebenarnya menyediakan daging di menu sarapan waktu itu, tapi karena mereka hanya punya pork, yang mana kami semua tidak makan pork, jadi terpaksa kami makan a la “sarapan bule”.

Setelah sarapan, kami bergegas untuk mandi dan bersiap meng-explore keindahan kota kecil itu dengan banyak tempat sejarah. Yaitu ke Wat Preah Prom Rath. Dalam bahasa Khmer, “wat” berarti “candi” dan candi Preah Prom Rath ini adalah salah satu candi umat Buddha yang menjadi daya tarik para wisatawan. Ini adalah candi yang disaranin oleh Bang Rendra –anaknya Bundo Mei— yang wajib dikunjungin, katanya. Bukan karena sejarahnya yang menarik dipelajari tapi juga karena bentuk dan atmosfernya yang keren.

Karena penasaran banget, kami putuskan berangkat pagi-pagi banget. Kami putuskan berjalan kaki dulu sambil lihat-lihat pasar tradisional deket hostel kami tinggal, sekitar 700 meter berjalan kira-kira. Seperti yang udah gua ceritain sebelumnya di tulisan tentang Siem Reap, Kamboja, bahwa US Dolar di Kamboja itu sangat usable sebagai alat pembayaran atau alat jual-beli yang lumrah.

Baca juga: Dollar US Lebih Berharga di Kamboja daripada Riel Kamboja.

Pasar Tradisional dekat Area Night Market di Siem Reap

Bundo Mei di Depan Salah Satu Kedai

Jadi tak heran, sesampainya di pasar tradisionalnya itu banyak pedagang yang menawarkan kami barang dagangan dengan mata uang US Dolar. Dan namanya wanita kali ya, kalau belanja itu lama, kayak semua-semuanya mau dibeli dan ditawar, Mbak Agnes banyak habiskan waktu dengan belanja oleh-oleh.

Waktu udah mulai siang, dan tulisan ini makin ngalur-ngidul, gua langsung cerita ketika kami putuskan segera ke Wat Preah Prom Rath. Tuk-tuk udah kayak angkot yang ngetemnya banyak banget di dekat pasar itu. Berbagai harga ditawarkan oleh sejumlah pengemudi tuk-tuk. Kami sepakat untuk yang termurah, yaitu US$10 untuk 4 orang keliling pulang-pergi dari titik mulai ke Wat Preah Prom Rath lalu ke hostel lagi.

Kalau kalian kamu ke kota Siem Reap dan berkeliling pakai tuk-tuk, pastiin kalian bawa selalu masker atau kain penutup mulut dan kacamata hitam. Debunya banyak banget! Dan tentunya harus pinter nawar pengemudi tuk-tuknya ya karena gak jarang para pengemudi tuk-tuk naikin harga yang gak masuk akal.

Bapak pengemudi tuk-tuk yang tak diketahui namanya itu mulai memasukan gigi pedal dan menancap gas dengan kecepatan sedang. Satu hal yang pasti, di Siem Reap ini termasuk kota yang ramah bahasa Inggris, jadi gak perlu khawatir kalau gak bisa bahasa Khmer atau gak punya paket internet untuk gunain Google Translate.

Baca juga: Susahnya Berkomunikasi dengan Bahasa Inggris di Vietnam.

Sesampainya di Wat Preah Prom Rath, Bapak pengemudi tuk-tuk itu ngasih saran ke kami untuk eksplore candi tersebut dari sisi barat dulu lalu ke tengah setelah itu ke bagian belakang. Karena tiap sudut-sudut candi ini punya daya tarik sendiri.

Terik matahari gak mengilangkan kami akan selalu tampil keren HAHAHA. Kacamata hitam menjadi alasan buat mata jadi gak silau dan tampil gaya selama berkeliling di Wat Preah Prom Rath. Tanpa dipungut biaya masuk sama sekali, candi Buddha ini langsung menyuguhkan tampilan yang menakjubkan. Di sehiasi dengan warna emas yang dominan membuat kami gak mau mengabiskan waktu lama-lama untuk mulai berfoto-foto.

Karena ini merupakan tempat ibadah, cara berpakaian harus tetap dijaga. Kayak contohnya, gua yang pakai celana pendek, akhirnya putuskan pakai kain tambahan agar lebih sopan. Intinya, sopan dalam bertamu ke tempat orang, apalagi ini tempat ibadah bagi umat lain, kan? Kita harus bisa menghormati juga.

Berdasarkan sejarah, Wat Preah Prom Rath merupakan salah satu candi tertua di kota Siem Reap yang punya sejarah hampir 500 tahun. Salah satu Raja Kamboja, yaitu Raja Ang Chan mempersembahkan candi ini kepada Prea Ang Chang-han Hoy, salah biksu yang dihormati di sejarah Kamboja dan juga dedikasikan kepada arwah pasangan Ta Pum dan Yeay Rath yang memiliki tanah tempat Wat Preah Prohm Rath dan dibangunnya oleh mereka untuk menyebarkan ajaran Buddha dan menyediakan penginapan bagi para biksu-biksu yang datang ke Siem Reap tanpa mempunyai penginapan.

Replika Perahu yang Membawa Biksu Prea Ang Chang-han Hoy

Kebetulan banget, ketika sampai di sana dan mulai eksplor kawasan Wat Preah Prom Rath, terdengar para biksu dan jemaat melakukan upacara sembahyang. Ucapan doa-doa yang terdengar dari pengeras suara itu bisa dibilang seperti adzan bagi para jemaat untuk berkumpul dan melakukan sembahyang bersama. Langsung gua mendekati sumber suara itu yang berada di seperti ruangan terbuka terletak di tengah dari candi itu. Momen pertama kali bagi gua melihat para biksu dan jemaat melakukan sembahyang. Langsung aja gua mulai jepretin tombol kamera untuk mengabadikan momen langka itu.

Para Biksu dan Jemaat sedang Sembahyang

Di belakang dari ruangan para biksu dan jemaat melakukan upacara sembahyang, terdapat candi yang keren banget. Dan ternyata lokasi candi di belakang itu banyak dimanfaatkan dan difavoritkan para Instagramers mengabadikan momen untuk mem-posting kalau mengunjungi Wat Preah Prom Rath.

Waktu udah menunjukkan waktu jam 12 siang waktu Indochina, karena kami belum check out dari hostel kami tinggal, terpaksa kami sudahi ekplorasi Wat Preah Prom Rath saat itu. Kami sepakat untuk segera kembali ke hostel. Tuk-tuk pun berjalan agak cepat dan hanya butuh waktu sekitar 20 menit kami sudah tiba kembali di hostel.

Hari terkahir gua dan travelmates gua di Kota Siem Reap lengkap sudah. Wat Preah Prom Rath adalah candi yang wajib dikunjungi kalau kalian traveling ke Siem Reap, karena candi kecil ini punya warna-warna yang menarik untuk disaksikan dengan mata kita langsung dan keindahan juga kebersihannya ya terjaga buat kita betah di sini. Suatu saat harus balik lagi ke Siem Reap karena banyak tempat-tempat bersejarah dan keren yang belum terjamah oleh gua. Kalau gua mau balik lagi ke Kamboja, kamu mau ikut?

TAGS
RELATED POSTS
34 Comments
  1. Reply

    Ifa Mutia

    21 January 2019

    Keren bingit deh…
    Wat Preah Prom Rath indah ya candi dan budaya nya..
    Bolehlah aku dicolek kalau mau balik ke Kamboja lagi..

    • Reply

      Firdaus Soeroto

      24 January 2019

      Boleh, Mbak Ifa. Insya Allah someday ke sana lagi. Aamiin.

  2. Reply

    Maria Widjaja

    22 January 2019

    Selain indah, Wat Preah Prom Rath juga banyak menyimpan cerita budaya dan sejarah. Mau banget bisa ke Kamboja suatu saat nanti.

    • Reply

      Firdaus Soeroto

      24 January 2019

      Aamiin… Siem Reap dan Phom Penh itu bagus banget buat dikunjungi Kak Maria.

  3. Reply

    Budi Setiadi

    22 January 2019

    Wat Preah Prom Rath, ribet ya bacanya. Well candinya bagus banget, semuanya berwarna emas. Bisa dijual gak ya itu emas nya? ops..

    • Reply

      Firdaus Soeroto

      24 January 2019

      Hahaha jangan dicuain dong Bang Budi.

  4. Reply

    Tuty prihartiny

    23 January 2019

    Kalau Kak Firdaus mau balik lagi ke Wat Preah Prom Rath, bolehlah saya di info. Keindahan, budaya, religi dan sejarahnya menarik ya Kak.

    • Reply

      Firdaus Soeroto

      24 January 2019

      Insya Allah… Mudah2an bisa balik lagi ke sana dan bisa bareng sama Mbak Tuty ya.

  5. Reply

    Taumy Alif Firman

    23 January 2019

    Wat Preah Prom Rath, keren ya. Di dominasi dengan warna emas, jadi terkesan megah dan mewah. Oh iya, “wat” itu Bahasa Khmer ya? Soalnya di Siam (Thailand), juga menggunakan “wat”.

    • Reply

      Firdaus Soeroto

      24 January 2019

      “Wat” itu bahasa Khmer dan Thai, Kak Taumy. Kalau di Laos juga pakai “Wat” atau juga bisa “Vat” yang artinya sama yaitu Candi Buddha.

  6. Reply

    Ristiyanto

    23 January 2019

    Candi yang keren di Kamboja sana. Sepertinya di Asia Tenggara ini banyak candi Budha.
    Wah Bundo Mei ternyata suka travelling ke luar negeri juga ya.

    • Reply

      Firdaus Soeroto

      24 January 2019

      Bundo Mei mah udah jadi travelmate aku kalau ke luar negeri. Dia udah senior ke luar negeri, Mas Ris.

  7. Reply

    Dian Restu Agustina

    23 January 2019

    Wat Preah Prom Rath, hm namnaya susah dieja pakai lidah Indonesia ya..
    Tapi beneran ini candi kecil yang indah dan bersih juga.
    Dan beberapa yang well noted dari artikel ini, kalau ke Kamboja sangunya US Dollar aja..
    Baique lah:)

    • Reply

      Firdaus Soeroto

      24 January 2019

      Awas jangan belibet lidahnya haha. Iya, kalau ke Kamboja bawa dollar aja mendingan, Mbak Dian.

  8. Reply

    Nunik Utami

    24 January 2019

    Wat Preah Prom Rath. Namanya susah ditulis dan disebut, ya. Ciri khas nama daerah sana 😀
    Saya belum pernah ke Vietnam dan Kamboja tapi lihat fotonya, mirip dengan di Thailand, ya. Terus malah penasaran dengan kedai-kedai di sana. Pengen tau jenis barang yang dijual.

    • Reply

      Firdaus Soeroto

      24 January 2019

      Iya, Mbak Nunik. Kamboja itu candi-candinya mirip di Thailand. Saya malah belum pernah ke Thailand hehe.

  9. Reply

    Kelanakucom

    24 January 2019

    Wat Preah Prom Rath bagus Ih.
    Warna emas yang mecolok itu selalu cakep sih kalau di foto. Mantul

    • Reply

      Firdaus Soeroto

      24 January 2019

      Terima kasih udah mampir ke blogku ya Mbak. 🙂

  10. Reply

    Airin

    24 January 2019

    Tambahin rincian dana habis berapa donk bang… biar bs siap2 budget klo kesana

    • Reply

      Firdaus Soeroto

      24 January 2019

      tulisan berikutnya aku bahas tentang budget-nya ya. Tapi waktu ke Kamboja dan Vietnam kemarin aku spent sekitar 7 juta, udah termasuk tiket PP dan penginapan lho.

  11. Reply

    INA

    24 January 2019

    bangunanya hampir mirip sama wat phoo yg ada di thailand, kira2 habis budget berapa perjalanan kesana?

    • Reply

      Firdaus Soeroto

      24 January 2019

      Saya belom ke Thailand malah mbak hehe… Untuk budget, kemarin aku 2 negara; Vietnam dan Kamboja, habis kira-kira 7juta udah termasuk tiket PP dan penginapan.

  12. Reply

    elsalova

    24 January 2019

    Wat Preah Prom Rath, waaaah aku ga bias nyebutnya. Tapi ini candinya apik yaaa. aku sukaa aku sukaaaa

  13. Reply

    Dayu Anggoro

    24 January 2019

    Candi bagus banget yah, dan saya salah fokus sama baju yang di foto hahahahaha. Itu berapa juta baju bapenya Bang wkwk.

  14. Reply

    Yunita Tresnawati

    24 January 2019

    Aku mau ikut Kak. Secara kemarin ke Kamboja aku ga ke Siem Reap apalagi ke Wat preah prom rath, cuma nongkrong di Pnom Penh aja.

  15. Reply

    Dewi Setyowati

    24 January 2019

    Indah banget Wat Preah Prom Rath.. Punya nilai sejarah dan masih dipakai untuk tempat ibadah ya..Perjalanan ke tempat sejarah memang selalu menyenangkan ya.. Fotonya keren juga Mas..

  16. Reply

    perencanaan keuangan

    24 January 2019

    keren banget ya. kecil-kecil cabe rawit. cocok buat riya di ig wkkwwk. pengen ke sana kapan2

  17. Reply

    lenifey

    24 January 2019

    Wat Preah Prom Rath… namanya susah banget ya disebut. Hehe
    Selalu suka sih sama candi2 gitu. Gimana ya budaya banget. Terus enaknya lagi biaya masuknya gratis. Eh itu sarungnya nemu dimana daus? Heheh

  18. Reply

    EKA MUCHLIS SALIM SIREGAR

    24 January 2019

    seandainya waktu ke Wat Preah Prom Rath dulu saya udah senarsis sekarang, pasti foto2nya daus kalah deh sama saya… hehehehehe… berpetualan memang seru ya.. keren tulisannya

  19. Reply

    Beni

    24 January 2019

    Ketemu sama bocah Kamboja penjual souvenir yg bisa ngomong banyak bahasa gak bang? Hehe *kalo gak salah di kamboja deh.

  20. Reply

    Diah Sally M

    25 January 2019

    Wisata sejarah dan religi memang selalu asik. Wat Preah Prom Rath asik banget buat dikunjungi bagi pecinta wisata sejarah dan religi. Anyway budget nya berapa kah? Hehe

  21. Reply

    titi

    25 January 2019

    bener sih eye catching banget warnanya Merah sama emas2 gtu… ditambah modelnya juga eye catching. hhi

  22. Reply

    Maya Nirmala Sari

    26 January 2019

    Jadi pengen juga ke Wat Preah Prom Rath dan melihat candi kecil yang penuh dengan keindahan. Souvenirnya juga kelihatannya lucu-lucu ya jadi pengen borong semua.

  23. Reply

    Achi Hartoyo

    6 February 2019

    Mirip Bangkok ya, nama transportasinya juga sama tuk-tuk. Terus candinya juga mirip. Di Bangkok pun namanya juga wat

LEAVE A COMMENT

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.