LifestyleTraveling

Vihara Thay Hin Bio, Ikon Wisata Chinatown di Bandar Lampung

Sebagai provinsi paling selatan di pulau Sumatera, provinsi Lampung merupakan gerbang atau pintu masuk bagi wisatawan yang ingin pergi ke daerah Sumatera melalui jalur darat. Dengan fakta itu juga, banyak orang juga yang menjuluki provinsi Lampung sebagai tempat transit.

Mungkin karena itu juga, kebudayaan di Lampung jadi beragam dikarenakan tak hanya transit tapi banyak juga orang-orang dulu berdatangan dan menetap di provinsi yang memiliki 2 kota dan 13 kabupaten ini.

Keberagaman kultur di provinsi Lampung, khususnya di Bandar Lampung, sebagai Ibu Kotanya, membuat daerah yang khas dengan keripik pisangnya ini menjadi salah satu destinasi yang wajib dikunjungi kalau melancong ke pulau Sumatera.

Teluk Betung adalah Kawasan Chinatown di Bandar Lampung

Salah satu kebudayaan dari pendatang di kota Bandar Lampung adalah kebudayaan Tionghoa. Hampir di setiap daerah, pasti ada Chinatown atau Pecinan. Begitu juga Bandar Lampung, yang mana daerah Teluk Betung ditasbihkan sebagai Chinatown-nya.

Daerah Teluk Betung, memang dari dulu sampai sekarang sudah menjadi pemukiman yang dihuni mayoritas Tianghoa beragama Buddha. Hal Ini dibuktikan dan diperkuat dengan adanya berbagai vihara di daerah kecamatan Teluk Betung, salah satunya adalah Vihara Thay Hin Bio, yang ternyata merupakan Vihara tertua di Bandar Lampung dan jadi saksi bisu peradaban Tionghoa di kota Bandar Lampung, bahkan untuk di provinsi Lampung sendiri.

https://www.instagram.com/p/BybM7F-papY/

Vihara Thay Hin Bio punya arsitektur yang unik dan keren banget. Banyak yang bilang kalau vihara ini mirip seperti masa-masa kolonial duhulu. Vihara Thay Hin Bio didirikan pada tahun 1850, oleh Po Heng, salah satu pejuang Tionghoa di provinsi Lampung.

Menurut Cik Mat Zein, pemerhati sejarah dan tokoh masyarakat Teluk Betung, asal mulanya etnis Tionghoa masuk ke Lampung diperkirakan sejak abad ke 17.

Vihara Thay Hin Bio dibangun kembali pasca letusan gunung Krakatau dan kemudian diberi nama Kuan Im Thing. Seorang Bhikku bernama Sek Te Thi kemudian datang dari China dan menetap di Kuan Im Thing Teluk Betung untuk mengajarkan Dharma Buddha di Vihara Thay Hin Bio serta membimbing upacara doa di vìhara itu.

Baca juga: Batu Caves, Wisata Ikonik di Malaysia.

Lokasi dan Cara Menuju Lokasi

Vihara Thay Hin Bio berada di Jalan Ikan Kakap di daerah Teluk Betung, Bandar Lampung. Persis di depan toko oleh-oleh khas Lampung, Aneka Rasa. Jalan Ikan Kapap ini juga merupakan akses paling dekat ke kawasan Chinatown. Sebagian besar toko di sepanjang jalan ini punya toko Cina. Beberapa dari mereka menjual makanan ringan khas daerah dari Propinsi Lampung.

Bagi kamu yang ingin ke vihara ini, kamu bisa dengan mudah menggunakan kendaraan pribadi menuju daerah ini, dengan cukup memakan waktu 19 sampai 18 menit dari kota.

Kalau ingin menggunakan angkutan umum, kamu bisa gunakan angkot jurusan Teluk Betung berwarna ungu dengan biaya tidak lebih dari Rp3.000 sampai Rp4.000 per orang.

Etnis Tionghoa Menambah Keberagaman di Lampung

Kebudayaan Tionghoa memang sudah sangat erat di provinsi Lampung, dari dulu hingga saat ini. Bahkan kebudayaan-kebudayaan Tionghoa sedikit memberi pengaruh pada makanan dan kebudayaan di provinsi Lampung.

Menyusuri Pecinan di Teluk Betung, tak begitu berbeda jauh dengan wilayah-wilayah Pecinan lainnya. Di tiap daerah atau hunian warga Tionghoa di wilayah ini, selalu bisa kita temui ornamen-ornamen khas Tionghoa yang di dominasi dengan warna merah menyala.

Kerukunan antar umat beragama di daerah provinsi Lampung di tandai dengan berdampingannya tempat-tempat ibadah, yaitu: Vihara Budha, Tapekong Konhuchu, Gereja Katolik, Gereja Protestan, serta Masjid Tertua di Bandar Lampung, maupun masjid-masjid lainnya.

Seru kan! Jadi, kapan nih mau traveling ke Chinatown-nya Bandar Lampung?

Firdaus Soeroto

He is the second child of three children coming from a humble family background, and he is feeling blessed to be where and what he is today.

Related Articles

65 Comments

  1. Selalu suka dengan arsitektur vihara vihara di Indonesia.
    Cerah dengan dominasi warna merah.
    Mudah mudahan bisa segera ke vihara Thay Hin Bio ini.
    Tambah lagi deh list to visit di Lampung.

  2. Chinatown memang ada di kota-kota besar gak cuma di Indonesia, tapi juga di dunia.
    Mengenai Lampung, selain etnis Tinghoa, di sini juga banyak orang keturunan Suku Jawa dan Bali. Sepertinya mereka dulunya adalah para transmigran.

  3. Wahh.. aku aja yang orang Lampung belum pernah kesana 😖😖

    Biasanya cuma ke toko oleh2 YenYen aja 😁😁

    Sebenarnya, orang Lampung asli beberapa kadang looks like chinese.

    1. Itu di sederetan kok sama toko Yen-yen. Dan memang sih, orang asli Lampung emang mirip Chinese.

  4. Menarik, ternyata dia Lampung ada Chinatown juga dan gak kalah keren arsitekturnya sm daerah lain. Selain itu seneng juga dengan keberagaman yang diceritakan. Kayaknya harus masukin Teluk Betung ke wishlist traveling nih.

  5. Kawasan Pecinan di berbagai tempat selalu menarik untuk dikunjungi…Biasanya begitu membaur dengan sekitar dan menunjukkan dulunya keberagaman itu indah dan baik-baik saja

    Dan membaca ini, saya jadi penasaran dengan Pecinannya Teluk Betung, Lampung.

  6. Secara ndak sengaja, saat menunggu teman2 trip yang masih asik beli oleh-oleh, saya mampir ke vihara Thay Hin Bio di sebelahnya. Kebetulan saya memang suka mengunjungi rumah2 ibadah saat trip kemanapun. Pengurus vihara dengan ramah mempersilahkan saya motret dan menjelaskan seperti yang kak firdaus sampaikan. Terkesan sekali dengan terjaganya keindahan vihara tertua di lampung tersebut.

  7. Saya dari dulu sangan pengen mengunjungi Klenteng. ini akan menjadi salah satu rekomendasi saya kalau saya main ke Lampung lagi

    1. Wah salah baca nih kayaknya Mbak Ines… Ini kan di Bandar Lampung bukan di Palembang hahahahh

  8. Yang menarik dari daerah pecinan di seluruh kota di indonesia, selain kuliner dan bangunannya yg khas, adalah salah satu bukti kalau warga keturunan tionghoa ini juga ikut memberjuan melawan penjajah di zaman itu.

  9. Betul nih di lampung banyak berbagai macam suku. Yg aku paling sering tau itu dr temen2 suku batak dan jawa banyak yg menetap disana.
    Ga aneh bahkan kultur cina jg ada disana yaa shg dibangunnya vihara itu

  10. Infonya lengkap sekali kak, karena saya belum pernah ke Lampung bisa dijadikan referensi next trip. Very nice trip and thank you for sharing.

  11. Ternyata di Lampung ada Chinatown juga yang ga kalah menarik dengan Chinatown lainnya. Suka sama arsitektur viharanya, suka juga sama keberagaman yang ada di sana.

  12. Di Lampung ada juga ya vihara, mirip sama yang di Kerawang, eh apa design bangunan vihara hampi sama semua? 😁

  13. Wah ternyata ada china town jg di lampung… udh pernah kesana tpi blm tau info ini.. next bisa jd tempat buat dikunjungi selanjutnya klo ke lampung

    1. Wah ada Mbak orang Lampung juga? Aku juga lahir dan besar di Lampung, tepatnya sih di Bandar Lampung nya.

  14. Belum pernah ke Lampung, pengen banget nyebrang sampai sana, trus jalan-jalan di kotanya. Mungkin vihara ini bisa jadi dalah satu destinasinya nanti. Thanks sharing infonya…

  15. Emang keren nih Tionghoa. Di tiap negara mesti deh ada pecinan. Kalau kampung India (little India) blm tentu ada di tiap negara, tapi Tionghoa ada aja deh. Di Indonesia juga kayak ada pecinan hampir di tiap provinsi. Keren ya, mereka solid dan jago bertahan hdup

  16. Bangunan di chinatown tuh emang sungguh potogenik sekali ya.. kalo sekarang bilangnya instagramable.. hahah.. warnanya terang.. bangunannya eye catching banget..

  17. Deuh kepengen jalan2 di Lampung tapi belum kesampaian euy, padahal masih itungan deket dr Jakarta. Kalo berdasarkan peta, dari Vihara ke kawasan wisata pantai di Lampung udah deket dong ya ka?

  18. Sebagai orang yg belum pernah ke Lampung (iya, iya ini memalukan. Hikss) jelas banget kawasan Chinatown ini bakal jadi salah satu tujuanku kalau ke sana. Malu aku tu, menjejakkan tanah di bumi Andalas itu baru ke Bumi Sriwijaya aja.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button