Lifestyle

Terbukti Tertib dan Cepat, Naik MRT di Jakarta Jadi Pilihan Mobilitas Nyaman!

on
4 April 2019

Kalau ada orang-orang yang excited banget ketika MRT bakalan ada di Indonesia, gua adalah salah satu orangnya. Pada tanggal 12 – 24 Maret 2019 kemarin, MRT di Jakarta mengadakan trial run gitu, dan gua lihat antusias publik sangat membludak, bahkan sampai ada yang “piknik” di stasiunnya. Kocak sih.

Jujur, ketika liat berita banyaknya orang-orang “piknik” dan kurang teraturnya dalam menggunakan fasilitas, gua sempet kesel sendiri karena masih banyak yang belum aware dalam menjaga fasilitas dan kenyamanan untuk gunain moda transportasi umum.

Akhirnya gua punya kesempatan untuk ikutan trial run-nya. Selain excited pengen nyobain MRT, gua juga pengin buktiin berita-berita yang kemarin sempat, yang bisa dibilang, bikin malu hahaha. Pekan kemarin, tepatnya tanggal 29 Maret, gua akhirnya kedapetan punya akses untuk nyoba MRT di Jakarta.

Sebelumnya, kenalan dulu ya sama MRT. MRT adalah Moda Raya Terpadu atau Angkutan Cepat Terpadu Jakarta (Mass Rapid Transit) yang pembangunannya udah dimulai pada tanggal 10 Oktober 2013. Layanan MRT ini diberi nama “Ratangga”. Kata ratangga merupakan kata bahasa Jawa Kuno yang berarti “kendaraan beroda” atau “kereta”.

Sebenarnya masa trial run MRT di Jakarta udah berakhir tanggal 24 Maret lalu yang sekaligus hari di mana peresmian MRT Jakarta dilakukan oleh Presiden RI, Bapak Jokowi. Tapi, Gubernur DKI Jakarta, Bapak Anies Baswedan memberikan kebijakan bahwa PT MRT Jakarta akan memberikan perpanjangan waktu untuk para warga Jakarta yang mau naik MRT gratis sampai 31 Maret 2019.

Waktu nyobain MRT pun tiba. Gua memutuskan pilih untuk naik MRT di Stasiun Dukuh Atas. Menurut berita yang udah pernah dibaca, Stasiun Dukuh Atas itu stasiun MRT bawah tanah yang paling dalam dibandingkan stasiun bawah tanah lainnya. Konon, diperkirakan stasiun Dukuh Atas juga bakalan jadi stasiun MRT yang paling sibuk di Jakarta.

Sampainya di pintu masuk stasiun, gua disambut oleh petugas yang menanyakan barcode yang udah dipesan di situs resmi uji coba MRT Jakarta. Pas uji coba kemarin itu, kita perlu banget udah punya barcode itu, karena nantinya akan dipindai untuk mendapatkan akses masuk.

Pas masuk dan turun lewat tangga, gua langsung disuguhi kerumunan orang yang lalu-lalang. Antusiasnya bukan main sih, cukup ramai dibandingkan hari-hari awal uji coba. Setelah dipindainya barcode, gua diperbolehkan masuk dan mulai menuju peron. Gua putuskan untuk pilih peron kereta MRT yang akan bertolak ke Lebak Bulus. Sekalian pengin main aja, sih.

Luas banget Stasiun Dukuh Atas ini, gua langsung amazed! Kayak di luar negeri gitu hehe… Sampai di peron, gua liat jadwal tiba dan keberangkatan MRT yang ada di layar kecil. Berita yang tersebar, katanya MRT bisa membawa penumpang dari Stasiun HI ke Stasiun Lebak Bulus hanya dengan durasi 30 menit aja. Sempat ngobrol sedikit sama petugas yang bertugas di peron mengenai hal tersebut, dan beliau meng-amin-kan hal itu.

Percobaan naik MRT ini juga gua lakuin buat buktiin kalau berita MRT sebagai salah satu moda transportasi tercepat di Indonesia. Karena gua naik dari Stasiun Dukuh Atas, yang mana merupakan satu stasiun setelah Stasiun HI, harusnya gua bisa sampai ke Stasiun Lebak Bulus lebih cepat.

Peron jurusan Lebak Bulus udah cukup ramai, terutama dengan ibu-ibu yang mungkin sengaja membawa anak serta teman-teman sejawatnya untuk “rekreasi” mengitari stasiun-stasiun MRT. Ya macam saya ini lah kira-kira, mumpung masih gratis! Haha. Kalau kemarin ada berita ketidaktertiban para penumpang untuk menunggu dan masuk MRT, rupaya waktu gua nyoba MRT, gak gua temuin satu pun bukti kebenarannya dari berita-berita itu. Mungkin karena pemberitaan itu udah tersebar luar, jadi orang-orang udah mulai teredukasi untuk tertib selama naik MRT. *sujud syukur*

Pukul 14:26 WIB, MRT jurusan akhir Stasiun Lebak Bulus udah tiba. Tepat waktu! Keren! Mulai lah gua dan para penumpang lain masuk ke MRT, eits… Tapi pastiin dulu orang yang mau ke luar udah gak ada ya, karena kita wajibin para penumpang yang ingin jalan ke luar terlebih dahulu.

MRT mulai bertolak ke stasiun-stasiun selanjutnya ke arah Lebak Bulus. Di dalam MRT waktu itu ramai, tapi gak sesak. Karena AC di dalam MRT sangat menyejukkan dan gak bikin gua mandi keringetan. Gua perhatiin juga mereka pada anteng dan tertib. Kursi-kursi prioritas digunakan sesuai anjuran dan penuh kesadaran.

Sama seperti gua yang excited untuk nyoba naik MRT, beberapa kali terdengar suara decak kagum dari anak-anak kecil seketika MRT mulai berjalan di lajur lorong bawah tanah. Apa lagi ketika jalur MRT menanjak dari Stasiun Senayan melaju ke atas masuk ke Stasiun Singsingamangaraja (atau Stasiun ASEAN). Keren! Biarin deh norak.

Suasana di Dalam MRT Jurusan St. Lebak Bulus

Sangking cepatnya, waktu tempuh dari tiap-tiap stasiun gak kurang dari 1 – 2 menit. Bahkan, kemarin sempat hitung dari Stasiun Setiabudi ke Stasiun Bendungan Hilir waktu tempuhnya gak sampai 1 menit malah. Juara sih nih MRT!

MRT yang gua tumpangi sampai ke Stasiun Lebak Bulus pukul 14:52 WIB. Yang artinya waktu tempuh gua dari Stasiun Dukuh Atas ke Stasiun Lebak Bulus cuma 26 menit aja gaes… Canggih! Pas tiba, orang-orang mulai ke luar dengan tertib. Gua kagum sih pas mereka ke luarnya tertib gitu. Eskalatornya juga digunain sesuai aturan dan etika. Kalau mau diam naik eskalator, silahkan melipir ke kiri ya, tapi kalau mau melewati atau jalan terus boleh ambil sisi kanan.

Tempat Parkir Kereta MRT di St. Lebak Bulus

Setiap stasiun MRT pastinya dilengkapi dengan kamera CCTV dan juga banyak petugas yang siap melayani. Di dalam MRT juga dilengkapi dengan fasilitas SOS gitu kalau terjadi kejadian emergency.

Sempat Mampir Juga ke St. Blok M

Setelah diresmikan dan waktu perpanjangan free trial run MRT berakhir, tentunya perjalanan menggunakan MRT akan mulai berbayar. Gubernur DKI Jakarta Bapak Anies Baswedan telah menyetujui tarif MRT Jakarta sebesar Rp 10.000 per 10 kilometer. Tarif antar stasiun nantinya akan berbeda, di mana tarif minimum ditetapkan sebesar Rp 3.000 sedangkan tarif maksimal adalah Rp 14.000.

sumber: detik.com

Kalau mau naik di bulan April ini, masih ada dikson pembelian tiketnya sampai 50%. Untuk nikmati layanan dan tarif 50%, kamu bisa pakai Kartu Jelajah MRT Jakarta Single Trip, Kartu Jaklingko dan Kartu Uang Elektronik Bank. Coba deh liat info di MRT Jakarta untuk info lebih lanjutnya. Wih asyik nih masih diskon!

Yah, semoga aja dengan adanya moda transportasi yang modern kayak MRT ini, masyarakat juga bisa jadi masyarakat yang lebih modern lagi. Terus dijaga ya dalam gunain fasilitasnya. Jadi, kapan nih mau jalan-jalan sama aku naik MRT?

TAGS
RELATED POSTS
2 Comments
  1. Reply

    Yunaldi

    6 April 2019

    Semoga infrastructure yang sudah dibuat , agar pemeliharaanya tetap dijaga jangan diawal kondisi sangat terawat namun berujung tidak Ada maintenance dengan baik

    • Reply

      Firdaus Soeroto

      8 April 2019

      Aamiin. Setuju banget nih Bang!

LEAVE A COMMENT

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.